Cloud Hosting vs VPS: Membandingkan Dua Solusi Hosting

Cloud Hosting vs VPS

Sebuah website baru dapat diibaratkan sebagai sebuah proyek spekulatif. Kita tidak bisa memastikan masa depannya; apakah akan menjadi website populer atau proyek gagal, memiliki trafik pengunjung yang tinggi atau hanya menambah sudut sepi di internet.

Implikasi dari hal tersebut adalah memilih solusi hosting yang tepat. Hampir semua layanan web hosting menawarkan kemampuan melakukan upgrading maupun downgrading alias berpindah ke hosting plan yang lebih tinggi maupun rendah. Semua tergantung kepada skala kebutuhan anda, dan tentunya budget yang anda miliki.

Jika saat ini anda masih menggunakan shared hosting, namun jumlah pengunjung anda terus meningkat secara signifikan, itu adalah sebuah sinyal untuk segera mengupgrade hosting plan anda. Anda dapat memilih antara VPS atau Cloud Hosting plan.

Lantas, apa beda Cloud Hosting dengan VPS (Virtual Private Server)?

Cloud Hosting

Cloud hosting adalah sebuah alternatif untuk meng-host website dengan teknologi cloud computing, yang memungkinkan banyak mesin (server) terhubung ke dalam sebuah network dan berperan layaknya sebuah sistem tunggal. Dengan cloud hosting, website anda di-mirror alias ditempatkan pada banyak server yang berbeda namun berada dalam satu jaringan. Seringkali infrastruktur tersebut melibatkan beberapa datacenter yang tersebar di lokasi-lokasi yang berbeda di seluruh dunia.

Apa keuntungan dari model cloud hosting tersebut?

Kelebihan Cloud Hosting:

  • Reliabilitas dan availability tinggi.
    Pada cloud hosting anda tidak bergantung hanya kepada satu server fisik. Website anda ditempatkan pada beberapa server sekaligus, namun dapat dikelola seolah-olah berada dalam satu ruang penyimpanan yang disebut partisi virtual. Ketika tiba-tiba satu server mengalami downtime atau gangguan teknis, website anda tetap dapat diakses seperti biasa karena tersedia mirror dari server lain yang aktif.
  • Keamanan fisik
    Senada dengan poin reliabilitas di atas. Selalu ada cadangan data ketika terjadi masalah di satu titik/server. No single point of failure.
  • Skalabilitas dan fleksibilitas tinggi
    Pada cloud hosting sumberdaya tersedia secara real time sesuai kebutuhan anda, dan tidak dibatasi oleh kapasitas server tunggal. Sebagai contoh, jika suatu saat tiba-tiba website anda mengalami lonjakan trafik pengunjung, mekanisme cloud hosting akan dapat mengatasinya karena dia akan ‘meminta bantuan’ dengan cara mengambil sumberdaya (CPU, RAM) dari beberapa server lain yang terdapat pada jaringannya.
  • Utility style costing
    Ini poin yang sedap dari sisi penghematan biaya. Utility style costing artinya anda selaku customer hanya perlu membayar sejumlah apa yang anda gunakan. Tidak perlu membuang uang buat membayar sumberdaya yang tidak pernah anda gunakan. Jika trafik website anda normal dengan pemakaian data yang standar, anda dikenai harga dasar yang lebih rendah dibanding website yang memiliki trafik dan pemakaian data yang lebih tinggi.
  • Responsive load balancing
    Load balancing adalah kemampuan cloud hosting untuk menyeimbangkan beban penggunaan sumberdaya. Pada responsive load balancing, proses menjaga keseimbangan tersebut berbasis software khusus yang dapat secara instan merespons perubahan permintaan data.

Kekurangan Cloud Hosting

Dari sisi teknis cloud hosting sepertinya tidak memiliki kekurangan dibanding VPS. Dia adalah solusi yang superior dibanding VPS karena menggunakan sumberdaya bersama (cluster) alih-alih menggunakan server tunggal yang rentan failure.

VPS (Virtual Private Server) Hosting

VPS yang terkadang disebut juga VDS (Virtual Dedicated Server), adalah satu server fisik yang terbagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil – secara virtual – yang masing-masing bertindak seolah-olah server yang berdiri sendiri dengan sistem operasinya masing-masing dan sumberdaya (CPU, RAM, disk space, dan bandwidth) yang dialokasikan dari server induknya.

Kelebihan VPS

  • Masing-masing VPS clients adalah environment yang terpisah, walaupun berada dalam satu server. Dengan VPS anda seolah-olah mengelola sebuah server untuk diri anda sendiri, walaupun kenyataannya ada orang lain (pelanggan VPS lain) dalam server fisik yang sama dengan anda.
  • Jika diperlukan, sebuah VPS dapat di-reboot tanpa mempengaruhi VPS lain dalam server yang sama.

Kekurangan VPS

  • VPS tidak dapat menjamin availability.
    Jika server fisik yang digunakan bermasalah, keseluruhan VPS yang ada pada server tersebut juga mengalami failure.
  • Faktor keamanan.
    Jika customer VPS lain pada server yang sama dengan anda ceroboh, kena hack atau virus, VPS anda juga dapat terkena dampaknya.
  • Pada VPS, sumberdaya komputasi berupa CPU, RAM, dan bandwidth dibagi antara beberapa client VPS yang menggunakan server fisik yang sama. Jadi jika ‘tetangga’ anda sesama pengguna VPS tiba-tiba melahap sumberdaya tersebut melewati batas penggunaan normal, performa website anda juga bisa terkena dampaknya. Penyakit yang sama dengan shared hosting …
  • Skalabilitasnya rendah. Jatah storage anda dibatasi oleh kapasitas server fisik. Sekali anda melewati kapasitas maksimum, anda akan terpaksa membeli space yang lebih besar, atau bahkan berganti ke solusi hosting yang lain. Proses migrasi ini dapat memakan waktu lumayan lama (beberapa jam atau bahkan hari) sampai anda settle pada solusi yang baru.

Jadi, pilih Cloud hosting atau VPS?

Ada beberapa parameter untuk dipertimbangkan saat memilih solusi yang terbaik buat anda. Untuk harga, VPS merupakan solusi yang lebih murah dari Private Cloud (seperti Microsoft Azure, RackSpace, Amazon Web Service/AWS, dsb), namun lebih mahal daripada Public Cloud.

Private Cloud adalah solusi papan atas buat pelanggan sekelas corporate besar, atau startup yang baru dapat guyuran modal yang lumayan dari angel investor-nya. Solusi Private Cloud mungkin terlalu tinggi buat perusahaan skala kecil dan menengah, atau apalagi sekadar customer individual.

Saya pribadi lebih menyarankan anda untuk menggunakan Public Cloud Hosting daripada VPS. Alasannya cukup sederhana: dengan melihat perbandingan kelebihan dan kekurangan keduanya seperti saya paparkan di atas, anda dapat dengan jelas melihat bahwa Public Cloud mengungguli VPS di hampir semua aspek: skalabilitas, reliabilitas, infrastruktur, security, dan biaya.

Sebagai gambaran buat anda, saya memberikan contoh kasus Bluehost yang menawarkan kedua solusi hosting: Public Cloud hosting maupun VPS hosting. Cloud Hosting Bluehost jauh lebih murah dari VPS-nya. Anda hanya perlu membayar dengan harga yang tidak berselisih banyak dengan shared hosting, namun dengan performa yang jauh lebih superior.

Dengan Cloud Hosting anda tidak perlu takut website anda down karena masalah teknis pada server, karena dia di-mirror pada banyak server sekaligus. Jika tidak ingin langsung menggunakan cloud, anda bahkan dapat memulai dengan membeli paket shared hosting plan Bluehost yang lebih murah. Jika ingin meningkatkan kapasitas hosting anda menjadi Cloud Hosting, anda tinggal melakukannya secara mudah dengan layanan migrasi instan yang disediakan Bluehost.

Klik disini untuk melihat lebih detil spesifikasi Cloud Hosting Bluehost

Semoga bermanfaat.

Bagikan artikel ini kepada teman

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *