Review Bluehost, Web Hosting dengan Reputasi Global

Bluehost Indonesia

Berbagi pengalaman menggunakan Bluehost

Bluehost bukan nama yang asing buat siapapun yang akrab dengan dunia web hosting. Bersama beberapa layanan hosting papan atas seperti HostGator, iPage, dan SiteGround, Bluehost secara konsisten terus menempati list layanan web hosting terbaik dunia versi situs-situs reviewer pro seperti HostingAdvice.com dan WebhostingGeeks.com.

Sebagai pengguna aktif, melalui artikel review Bluehost ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman menggunakan layanan tersebut – yang barangkali berguna sebagai referensi buat anda yang berniat membuat website dan belum menentukan layanan hosting yang akan digunakan.

Mengingat situs saya hanya berupa blog pribadi dan tidak/belum membutuhkan spesifikasi yang terlalu tinggi, saya memilih shared hosting Bluehost dengan paket basic. Ini adalah hosting plan dengan spesifikasi terendah yang ditawarkan perusahaan yang berbasis di negara bagian Utah, Amerika Serikat ini.

Dengan basic shared hosting plan, saya mendapatkan fitur-fitur berupa kapasitas memori/penyimpanan data sebesar 50 GB, kuota bandwidth unmetered, lima email account dengan kapasitas 100 MB per akun, sertifikat SSL gratis (diterbitkan oleh Comodo SSL), 5 parked domain, dan 25 subdomain.

Harga hosting di Bluehost
Berapa harga yang harus saya bayar untuk mendapatkan plan hosting paling dasar tersebut? Well, untuk layanan shared hosting itu saya mesti mengeluarkan dana sebesar $4.95 per bulan, atau $59.40 untuk satu tahun kontrak hosting. Dengan kurs Rp.13.200 per dollar, dalam rupiah sekitar Rp.784.000. Harga tersebut dapat menjadi lebih murah dalam hitungan bulanan jika kontrak tersebut sekaligus untuk dua tahun, di mana tarif menjadi hanya $2.95 per bulan. Semua hitungan diatas belum termasuk harga nama domain tentunya.

Apa yang Membedakan Kualitas Layanan Hosting Satu dengan Lainnya?

Jika anda membandingkan spesifikasi yang ditawarkan Bluehost di atas dengan spesifikasi yang ditawarkan hosting lain, anda akan melihat bahwa untuk spesifikasi hosting yang setara, Bluehost mungkin sedikit lebih mahal. Namun saya ingin menekankan di sini bahwa lebih mahal bukan berarti overpriced, karena kita harus memperhitungkan faktor-faktor kunci lain seperti reliabilitas dan kualitas customer support.

Satu kesalahan yang lazim dilakukan pengguna pemula adalah sekadar melihat dan membandingkan spesifikasi di atas kertas, lalu menjatuhkan pilihan pada web hosting yang menawarkan harga termurah. Saya juga melakukan kesalahan yang sama beberapa tahun silam, yang berujung dengan kekecewaan karena bukan penghematan yang akhirnya saya dapatkan, tetapi penyesalan dan cost yang terbuang sia-sia. Mengapa?

Web hosting adalah LAYANAN berbasis teknologi. Saya sengaja menekankan kata β€˜layanan’. Apa artinya? Ketika anda membeli paket hosting, anda tidak membeli produk fisik. Anda membeli servis mereka. Anda membayar mereka untuk menyimpan dan mempublikasikan konten yang anda buat seperti tulisan, foto, dan video melalui saluran web. Apa gunanya anda membayar sejumlah uang hanya untuk mendapatkan servis yang mengecewakan?

Ketika kita membeli layanan, apa yang kita nilai sebagai kualitas adalah bagaimana layanan itu diberikan kepada kita. Jika menyangkut web hosting, beberapa parameter yang saya nilai adalah:

1. Reliabilitas alias keandalan teknis
2. Keamanan
3. Kemudahan dalam penggunaan (user friendly)
4. Keseimbangan antara harga yang kita bayar dengan value yang kita dapat
5. Value added alias nilai tambah selain value yang utama
6. Kualitas Customer support/tech support

Sekarang saya mulai menganalisis kualitas layanan Bluehost satu-persatu menggunakan parameter-parameter di atas.

1. Reliabilitas

Selama menggunakan Bluehost saya belum pernah sekalipun mengalami downtime, system error, masalah dengan Google indexing (crawl error), kecepatan akses, dan sebagainya. Selain dengan tool internal, kita dapat memonitor kinerja situs kita dengan Google Webmaster Tools (sekarang berganti nama menjadi Google Search Console).

Perusahaan hosting dapat saja berbohong atau membual mengenai spesifikasi server yang mereka mereka miliki dan berusaha meyakinkan anda bahwa server mereka memiliki 99,99% uptime, namun melalui grafik crawl stats kita dapat memonitor kejanggalan yang terjadi pada grafik jika sistem server yang kita gunakan sering bermasalah atau berkali-kali tidak dapat diakses. Ini adalah grafik crawl stats hermanu.me:

Crawl stats, review Bluehost Indonesia

Anda dapat melihat bahwa fluktuasi selalu terjadi (dan itu hal yang normal normal), namun tidak sekalipun grafik tersebut menyentuh dasar (nol). Artinya Googlebot tidak menemui hambatan saat meng-crawl situs kita.

Google search console memiliki fitur-fitur lain yang dapat mengontrol kesehatan situs kita secara menyeluruh, namun melihat crawl stats secara sepintas sudah dapat memberikan gambaran yang memadai tentang aksesibilitas situs kita.

2. Keamanan

Dari sisi pengalaman pribadi, saya tidak dapat berkata banyak tentang keamanan situs yang saya hosting di Bluehost, karena belum pernah mengalami serangan, atau melakukan (atau menyuruh orang lain melakukan) tes pembobolan. Harapan saya tentunya situs saya tidak akan pernah menjadi target serangan .. πŸ™‚

Namun berdasarkan pengalaman pengguna secara umum dan faktor trust yang tinggi di komunitas webmaster internasional, anda tidak perlu khawatir meng-host situs anda di Bluehost.

Reputasi Bluehost yang sangat baik bahkan membuat developer WordPress (Automattic) secara konsisten selalu mencantumkan Bluehost sebagai urutan pertama web hosting yang mereka rekomendasikan.

Satu hal lagi yang ingin saya garis bawahi adalah Bluehost memberi fasilitas berupa sertifikat SSL gratis buat penggunanya. Itu artinya anda tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan buat membeli sertifikat SSL yang mahal untuk mengamankan transaksi online di situs anda yang di-host di Bluehost.

3. Kemudahan dalam penggunaan

Jika bahasa Inggris bukan masalah buat anda, maka mengelola situs anda di Bluehost adalah pekerjaan yang sangat mudah. Anda dapat menginstall situs anda (dalam platform WordPress atau lainnya) hanya dengan beberapa kali klik.
Anda dapat melakukan segala macam pengaturan dengan cPanel yang telah dikustomisasi sehingga terlihat cantik dan mudah digunakan. Hampir tidak dibutuhkan kemampuan coding atau pemrograman sehingga seorang yang awam bahkan dapat melakukannya cukup dengan sedikit latihan.

4. Keseimbangan antara harga yang kita bayar dengan value yang kita dapatkan

Saya membayar harga langganan $4.95 atau sekitar Rp. 65.000 per bulan (asumsi kurs $1 = Rp. 13.200) untuk mendapatkan basic shared hosting. Sebagian orang mungkin berpikir itu terlalu mahal buat shared hosting, terlebih dibandingkan hosting dalam negeri. Apa yang jarang diperhitungkan orang adalah value atau manfaat yang kita peroleh dengan harga tersebut. Buat saya tidak masalah membayar sedikit lebih mahal (dan selisihnya juga tidak banyak) untuk mendapatkan servis kelas dunia, garansi uptime situs yang tinggi, kenyamanan dalam pengelolaan, dan faktor-faktor trust lainnya.

5. Nilai tambah

Nilai tambah yang sering diabaikan orang adalah faktor trust alias kepercayaan. Jika anda meng-host situs anda di layanan web hosting dengan reputasi yang dikenal baik, anda serasa tinggal di lingkungan yang mapan. Layanan web hosting seperti Bluehost, HostGator, Dreamhost, SiteGround, GoDaddy telah dikenal secara global. Google dan mesin pencari lain menempatkan mereka pada whitelist. Keuntungannya buat anda, anda dapat menaikkan reputasi situs anda sendiri dengan berada pada barisan yang sama. Ingat peribahasa Inggris β€˜standing on the shoulder of giant’.

6. Customer support/tech support

Sejujurnya, saya belum pernah sekalipun menggunakan layanan customer service Bluehost. Mengapa? Karena saya belum pernah mengalami masalah teknis yang membuat saya harus komplain atau bertanya kepada mereka.

Bagaimanapun ada satu hal yang menjadi apresiasi saya atas customer service Bluehost. Secara berkala mereka mengirim email yang meminta saya mengisi survey singkat yang tujuannya meminta feedback (umpan balik) saya terkait kualitas layanan Bluehost.

Menurut saya hal tersebut adalah sebuah pendekatan yang sangat baik dari sebuah perusahaan untuk memastikan kepuasan pelanggan mereka. Survey berkala semacam itu juga berguna untuk menemukan dan mengatasi potensi masalah, sebelum masalah tersebut benar-benar terjadi.
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-
Uraian di atas adalah kesan dan pengalaman saya menjadi pelanggan Bluehost. Saya tidak memungkiri jika ada sedikit faktor subyektifitas. Wajar buat pelanggan yang merasa puas dengan servis yang dia dapatkan. Mudah-mudahan artikel review Bluehost ini cukup memadai untuk menjadi salah satu referensi anda dalam memilih web hosting.

Kunjungi website Bluehost

.

Bagikan artikel ini kepada teman